Thursday, 18 February 2016

SUNGGUH MENGHERANKAN !!! SEORANG BOCAH 2 KALI MASUK RUANG OPERASI UNTUK PEMOTONGAN USUSNYA, HANYA KARNA MIE INSTAN....BEGINI CERITANYA..!


Maksud hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat sering meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) saat ini mesti menelan pil pahit. Usus Hilal bocor serta membusuk sampai mesti dipotong. Rupanya tiap hari Hilal cuma menyantap mi instan karena di rumah tiada orang yang memasakkan makanan untuk dia. Berikut narasi Erna.

Waktu umur Hilal menginjak 2 th., saya memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Saya bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tidak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap pergi kerja, Hilal kutitipkan pada ibuku. Di situ, ibuku sering memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, lantaran sebelumnya, saya juga sukai memberinya makanan itu bila sedang tak masak.

Nyata-nyatanya, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk serta mogok makan bila tak di beri mi instan. Ya, dari pada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya cuma mengalah serta menuruti kemauan Hilal. Lagi juga, bila tak di beri, Hilal pasti akan beli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan duit jajan yang kuberikan. Praktis, 1 hari dua kali ia makan mi instan.

Dua Kali Dipotong
Kamis, 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit umum. Anehnya, sesudah tiga hari, sakitnya tidak kunjung hilang serta ditambah ia tak dapat buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.

Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tak ada perubahan, kami lalu membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal dapat segera pulih. Rupanya tidak segampang itu.

Hasil tes darah serta rontgen memperlihatkan, Hilal mesti selekasnya dioperasi lantaran beberapa bagian di ususnya bocor serta membusuk. Saat kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi sampai kini tak sehat serta bikin ususnya rusak. Waktu itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….

TIPS KESEHATAN - Penyebab Penyakit Usus

Atas rujukan dokter, kami lalu membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan argumen peralatan medis di RS itu lebih komplit. Mulai sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan keadaan Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat tubuh yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga katakan, dari puluhan kasus sama, cuma tiga orang yang bertahan hidup. Saya cuma dapat berserah pada Allah SWT.

Baru pada 25 November 2008 operasi dilakukan di RS Immanuel, Bandung. Waktu itu saya tengah hamil tiga bln.. Dokter mengamputasi usus Hilal sekitar 10 cm. Untuk menyatukan sisi usus yang terputus itu, dokter menyambungnya dengan usus sintetis. Selain itu, dokter juga bikin lubang anus sesaat (kolostomi) di dinding perut sebelah kanan.

Utang belum lunas
Ternyata cobaan kami belum selesai hingga di situ. Tiga hari lalu, dokter menemukan masih ada sisi usus yang bocor. Harus, Hilal mesti kembali naik ke meja operasi serta merelakan sebagian ususnya lagi.

Jelas, aku serta suami begitu ingin Hilal pulih. Tetapi, di segi lain, penghasilanku sebagai buruh tidaklah seberapa. Setiap bln., saya cuma bisa membawa pulang duit Rp 250. 000 atau Rp 300. 000 bila lembur. Adapun suamiku penghasilannya tak pernah menentu. Maklum, ia cuma kuli kasar di pabrik tahu di Bandung.

Sejak Hilal jatuh sakit, saya memutuskan berhenti bekerja. Alhasil, suamiku mesti banting tulang kerjakan pekerjaan apapun asal menghasilkan uang. Kendati telah bekerja demikian keras, rasanya sia-sia saja. Cost operasi Hilal yang meraih Rp 16 juta merasa begitu besar serta entah kapan dapat dilunasi. Apalagi, kami cuma punya saat 10 hari untuk melunasinya. Untung pihak rumah sakit berbaik hati memberi kelonggaran saat dua hari hingga kami masihlah pernah meminjam duit ke sebagian keluarga serta tetangga.

Untuk kesembuhan Hilal juga, kami mesti lebih berhemat. Rumah kontrakan kami tinggalkan serta kami menumpang dirumah orangtuaku. Sebenarnya uang kontrakan rumah itu tidak terlalu besar, cuma Rp 300. 000 per th., namun tetap harus duit sebesar itu begitu berarti untuk cost pengobatan Hilal.

Kata dokter, kolostomi di perut Hilal telah dapat ditutup sesudah tiga bln.. Tetapi, baru sesudah delapan bln. lalu, tepatnya 23 Juli 2009, operasi penutupan dilakukan. Apalagi bila bukan masalah cost. Itu juga dapat dilakukan karena kami bisa bantuan dari satu stasiun tv swasta sebesar Rp 14 juta.

Soal utang ke keluarga serta tetangga sebesar Rp 16 juta, entah kapan dapat kami kerjakan. Kepalaku jadi lebih pening bila mengingat, sebentar lagi si sulung, Panda Erdini (11), bakal masuk SMP.

Sejak ususnya yang busuk dipotong, Hilal tak akan merasakan sakit pada bagian ususnya. Celakanya, rasa sakit malah berpindah ke sisi kolostominya. Setiap saat habis makan, makanan itu tentu langsung keluar lewat lubang anus buatan itu. Waktu itulah dinding perutnya merasakan sakit yang luar biasa. Ia dapat menangis menjerit-jerit kesakitan.

Belum lagi plastik yang menempel untuk menampung feses yang penuh serta mesti ditukar dengan yang baru. Double tape yang kerapkali dilepas serta dipasang bikin kulit perutnya iritasi serta perih.

Bila udah tidak dapat menahan sakitnya, Hilal bakal berujar, “Udah Hilal paeh saja! (Hilal lebih baik mati saja!) ” Kadang juga ia berteriak minta maaf pada Allah serta minta disembuhkan sambil mengatupkan ke dua tangannya. Kasihan anakku.

Setiap hari, selama delapan bln. itu, ia cuma menghabiskan waktunya di tempat tidur. Hilal cuma dapat jalan beberapa menit karena bila sangat lama ia tentu segera merasakan sakit di bagian kolostominya. Tiap-tiap malam, ia harus juga tertidur dengan paha diangkat menyentuh ke perutnya. Katanya, merasa enak serta membantu menahan rasa sakitnya.

Kapok Makan Mi
Supaya ia tak merasa jemu di kamar seharian, saya mengalihkan rasa sakitnya dengan mengajarinya membaca. Awalnya, sih, sebatas membacakan buku-buku cerita untuk dia, namun lama-kelamaan ia terasa tertarik untuk membaca. Saya serta Panda bergantian mengajarinya. Tak terasa, saat ini ia telah lancar membaca, lo.

Memang, sebetulnya Hilal anak yang sangat pandai serta aktif. Terlebih dulu ia tak pernah sakit serta begitu penurut. Tetapi, mulai sejak kelahiran adiknya dua bln. lantas, Ilham Haki, ia jadi lebih manja padaku. Ia melarangku menggendong serta menyusui adiknya. Saya, sih, maklum saja lantaran dia masihlah sakit serta mungkin takut rasa sayangku diambil oleh adiknya.

Saat ini Hilal telah bisa jalan lagi. Memang, sih, masih sedikit bongkok, namun saya yakin dalam waktu dekat ia dapat berdiri serta jalan dengan prima. Katanya, ia ingin segera sekolah.

Yang membuatku lega, sejak sakit itu, Hilal trauma dengan mi instan. Bahkan juga melihatnya saja, dia seolah tidak sudi. Beda dengan dahulu, saat ini ia begitu suka konsumsi makanan sehat, seperti sayur, daging, buah, serta susu. Susu memang dianjurkan dokter untuk membantu memperbaiki kondisi serta kemampuan ususnya.

Mudah-mudahan ia dapat segera pulih dari sakitnya serta jadi anak yang pandai dan berprestasi di sekolahnya kelak.
TIPS KESEHATAN - Penyebab Penyakit Usus

Sumber : HP – Sebarkanlah. com/Kompas
SUMBER ; http://tipskesehatand.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment