Sunday, 21 February 2016

INFO PENTING !! KHUSUSNYA DI KALANGAN MUSLIM ((ISLAM)) INILAH 10 DATA DAN FAKTA ILMIAH MENGAPA BABI ITU HARAM!!! YUK DI SHARE

di-purwokerto-ditemukan-daging-babi-dijual-rak-kemasan-halal
Tentu banyak di kelompok Muslimin bertanya-tanya, mengapa Allah Subhanahu wata’ala melarang manusia mengkonsumsi babi. Nyatanya, bukan hanya dalam Al-Qur’an saja Allah menerangkan larangan itu, namun juga di dalam Taurat dan Injil/Al-kitab.

Bahkan Nabi Isa ‘alaihi salaam seumur hidupnya tak pernah mengonsumsi daging babi. Yang perlu kita ketahui, Pemerintah “Israel” penjajah jadi melarang rakyatnya konsumsi babi karena mereka ketahui bahaya mengkonsumsi babi.

di-purwokerto-ditemukan-daging-babi-dijual-rak-kemasan-halal



di-purwokerto-ditemukan-daging-babi-dijual-rak-kemasan-halal
di-purwokerto-ditemukan-daging-babi-dijual-rak-kemasan-halal




Itu Arrahmah hidangkan 10 fakta seandainya babi tak layak untuk di konsumsi, seperti ditulis BIP pada Ahad (5/7/2015).

1. Apakah Anda kenali jika babi tidak dapat disembelih di lehernya?
Hal semacam itu lantaran mereka lewat cara biologis tidak memiliki leher, bagaimana bisa? Itu kenyataannya sama seperti anatomi alamiahnya. Untuk orang yang berasumsi jika babi memang mesti disembelih serta layak untuk konsumsi manusia, pasti Sang Pencipta akan buat hewan ini dengan memiliki leher.

2. Menurut Prof. A. V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyampaikan bila kantung urine (vesica urinaria) babi kerap bocor, sampai urine babi merembes dalam daging. Menyebabkan, daging babi tercemari kotoran yang harusnya dibuang bersamaan urine. Membayangkannya saja, kita tentu sudah terasa jijik, terutama jika mengonsumsinya. Astaghfirullah.

3. Babi yakni hewan yang paling rakus di dunia ini, dalam hal makan tak tertandingi hewan lain. Dia melahap semua makanan yang ada di depannya, hingga daging babi itu memiliki banyak lemak daripada danging hewan yang lain. Jika perutnya sudah penuh atau makanannya sudah habis, dia bakal memuntahkan isi perutnya serta mengonsumsinya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.

Babi tidak akan berhenti makan, bahkan konsumsi muntahannya. Dia konsumsi semua yang dapat dikonsumsi di hadapannya. Konsumsi kotoran apapun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan konsumsi kotorannya sendiri, hingga tak ada tersisa. Jadi babi yakni binatang yang jorok sekali!

di-purwokerto-ditemukan-daging-babi-dijual-rak-kemasan-halal


4. Terkadang babi mengencingi kotorannya serta memakannya jika ada di hadapannya. Dia konsumsi sampah busuk serta kotoran hewan apa pun. Babi yaitu hewan mamalia hanya satu yang konsumsi tanah, mengonsumsinya dalam jumlah besar dan kurun waktu lama jika ditinggalkan, kulit orang yang konsumsi babi bakal mengeluarkan bau yg tak enak.

5. Penyakit-penyakit cacing pita yakni penyakit yang sekian memiliki resiko yang bisa jalan karena mengkonsumsi daging babi. Cacing pita berkembang dibagian usus 12 jari di badan manusia, dan beberapa bln. cacing itu bakal jadi dewasa. Jumlah cacing pita dapat mencapai sekitaran “1000 ekor dengan panjang pada 4 – 10 meter”, serta selalu hidup di badan manusia serta mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar). Menyeramkan tidaklah, bila kita konsumsi daging babi?

6. Daging babi yakni pemicunya paling utama kanker anus & kolon. Persentase pasien penyakit ini di negara-negara yang penduduknya konsumsi babi, jadi lebih lewat cara mencolok, terlebih di negara-negara Eropa, serta Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina serta India). Sebentar di negara-negara Islam, persentasenya demikian rendah, sekitaran 1/1000. Itu Beberapa alasan kenapa Allah Subhanahu wata’ala melarang kita Konsumsi daging babi.

7. Babi yaitu container (tempat penampung) penyakit. Sebagian bibit penyakit yang dibawa babi. Beberapa satu diantaranya seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii. Mengerikan!





8. Daging babi empuk walaupun empuk serta berkesan lezat, tetapi karena kaya lemak memiliki resiko, daging babi susah di proses oleh badan manusia. Menyebabkan, nutrien (zat gizi) tidak dapat dipakai badan.

9. DNA babi sama dengan manusia hingga ciri-ciri buruk babi bisa menular pada manusia. Beberapa ciri-ciri buruk babi seperti, binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya. Lalu kerakusannya tak tertandingi hewan lain, serta sukai konsumsi bangkai serta kotorannya sendiri serta kotoran manusia juga dimakannya. Demikian sukai ada di tempat yang basah serta kotor. Untuk memuaskan ciri-ciri rakusnya, bila tidak ada lagi yang dikonsumsi, dia muntahkan isi perutnya, lantas dikonsumsi kembali. Setelah itu kadang-kadang dia mengencingi pakannya lebih dulu terlebih dulu dikonsumsi.

10. Babi yakni carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) serta Flu Babi (Swine Influenza). Di dalam badan babi, virus AI (H1N1 serta H2N1) yang pada awalnya tak ganas bermutasi jadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

Kecuali kesepuluh argumen diatas kenyataannya ada banyak penyakit lain yang bisa lantaran oleh babi seperti kholera babi (penyakit menular memiliki resiko yang karena bakteri), keguguran nanah (karena bakteri prosilia babi), kulit kemerahan yang ganas (mematikan) serta menahun, penyakit pengelupasan kulit, serta benalu sskaris, yang memiliki resiko untuk manusia. Subhanallah. Itu alasan mengapa Islam mengharamkan babi.

Dengan hal itu, kita mesti yakini bila apa yang diharamkan Allah tentu punyai kandungan hikmah di dalamnya. Seperti hikmah diharamkannya konsumsi daging babi untuk umat Muslim. Mungkin saja saja banyak yang katakan daging babi enak, tetapi saat ini kita ketahui ada apa saja dibalik daging babi itu. Na’udzubillahi min dzalik.

قُل�' لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَط�'عَمُهُ إِلَّا أَن�' يَكُونَ مَي�'تَةً أَو�' دَمًا مَس�'فُوحًا أَو�' لَح�'مَ خِن�'زِيرٍ فَإِنَّهُ رِج�'سٌ أَو�' فِس�'قًا أُهِلَّ لِغَي�'رِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اض�'طُرَّ غَي�'رَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah : “Tiadalah saya dapatkan dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, satu hal yang

diharamkan untuk orang yang akan mengonsumsinya, kecuali jika makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi — lantaran sesungguhnya semua kotor — atau binatang yang disembelih atas nama terkecuali Allah. Barangsiapa yang dalam kondisi terpaksa sekali, tengah dia tak menginginkannya serta tak (juga) melampaui batas, jadi sebenarnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-An’am (6) : 145)

bantu kami menyebarkan ini ! like dan share ya

No comments:

Post a Comment