Suara ledakan disertai getaran yang cukup hebat mengguncang Polres Sumbawa. Semua anggota lari keluar ruang untuk menyelamatkan diri serta memastikan apa yang sudah terjadi. Dari kejauhan tampak satu anggota terkapar bersimbah darah. Ternyata nada itu datang dari ledakan bom yang menimpa anggota itu. Dengan sigap anggota lainnya segera memberikan pertolongan, serta segera mengevakuasi korban ke pusat service kesehatan terdekat. Anggota yang lain melokalisir tempat dan menyisir untuk memastikan tak ada lagi bom lainnya. Momen itu bukan sungguhan tetapi tergambar dalam simulasi perlakuan korban ledakan bom yang di gelar Polres Sumbawa, Jumat (19/2) tempo hari. Aktivitas ini untuk membangkitkan kesigapan sekalian keahlian anggota setempat dalam hadapi situasi apa pun terutama dalam mengatasi korban ledakan bom.
Hanya Simulasi
Hanya Simulasi
Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi mengatakan, simulasi ini dilaksanakan terkait peristiwa bom di beberapa tempat dan penangkapan DPO terduga teroris di Bima. Diluar itu supaya anggotanya tahu prosedur aksi bila hal itu terjadi. “Setiap usai apel pagi kami lakukan beberapa latihan, ” tuturnya.
Untuk mendukung latihan ini lanjut Kapolres, pihaknya mempunyai inventaris yang menjadi alat spesial serta alat utama kepolisian.
Ke depan anggotanya bakal menggelar latihan berbarengan anggota Brimob khususnya untuk penjinakan bom. Terkecuali latihan kesiapsiagaan, Polres Sumbawa juga meningkatkan patroli bertaraf besar dengan memakai senjata. Patroli ini yaitu kegiatan mencegah. “Meski belum ada gejala yang dapat meneror kondusifitas daerah di Sumbawa, kami tetaplah antisipasi salah satunya dengan cara latihan ini, ” terang perwira dengan dua melati di pundak ini.
Pihaknya juga mengantisipasi ada aksi grup radikal yang menyerang anggota polisi. Antisipasi ini berbentuk pengamanan menggunakan sistem ‘buddy system’ yakni anggota polisi sama-sama melindungi keduanya.
Tak cuma itu di sekitar Mapolres Sumbawa dipasang kamera CCTV di titik-titik strategis guna memantau gerak-gerik mencurigakan dari warga yang bertandang ke kantor polisi. “Kami juga menginginkan pemerintah memasang kamera CCTV di persimpangan jalan atau titik-titik strategis yang lain, sehingga semua aktivitas warga bisa terpantau yang bisa juga merekam tindakan kejahatan ataupun mendeteksi hal yang berpotensi terjadinya masalah keamanan, ” tuturnya.
Usaha yang lain, polisi berkoordinasi dengan Pemda Sumbawa untuk melaksanakan Operasi Yustisi yang bertujuan meyakinkan kejelasan jati diri pendatang yang tinggal di daerah ini. (JEN/SR)
sumber ;http://www.samawarea.com/


No comments:
Post a Comment