Wednesday, 24 February 2016

WAHAI PARA SUAMI, KETAHUILAH BAHWA..! ISTRI ADALAH KENIKMATAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADAMU..!! [[ SHARE ]]


Ada seorang pemuda dari satu kabilah mencari seorang wanita untuk ia nikahi jadi mereka (keluarganya) menyebutkan kalau fulan dari kabilah fulan mempunyai anak-anak gadis yang cantik. Lalu pergilah sang pemuda itu ke sana untuk meminang salah satu gadis-gadis itu. Jadi keponakan perempuan orang itu yang juga hidup di bawah pengasuhannya karena ayahnya wafat, dia berkata pada pamannya itu : “Wahai paman, saya berharap pemuda ini yaitu sisi saya, karena di sini saya yang paling besar. ” Jadi pamannya memenuhi permintaan gadis ini.

Setelah menikah, saat suaminya masuk menemuinya, ternyata gadis ini bukanlah seperti yang digambarkan kepadanya. Ia gadis yang tidak cantik serta pendek. Jadi suaminya berketetapan hati untuk menceraikannya besok hari. Ia (sang suami) tidur di atas ranjang pengantin dengan menelantarkan istrinya serta membelakanginya. Ini merupakan ungkapan bahwa ia merasa tak puas dengan istrinya.

Sementara sang mempelai wanita duduk merasa sedih dengan perlakuan ini karena dia tak terasa berdosa pada suaminya, karena ia tak mampu untuk menyamai suaminya, karena Allah Rabbul ‘alamiin sudah menciptakannya dengan bentuk semacam ini. Ia duduk dengan sedihnya seraya berkata dalam hati : “Alangkah panjangnya malam ini. ”

Sang suami terbangun oleh suara mu’adzin saat mengumandangkan adzan. Lalu dia bangun untuk mengerjakan shalat. Serta sang istri menahannya serta dia mencium kepalanya (sebagai bentuk penghormatan). Lalu sang istri memuji-muji kegagahan serta kepandaiannya sebagai rayuan agar suaminya menangguhkan keputusannya untuk mencerainya hingga berlaku sebulan, agar tak jadi buah bibir yang dibicarakan oleh orang yang dekat maupun orang yang jauh, lalu mereka mencemooh serta menyebarkan, “Mengapa dia cuma duduk bersama istrinya selama sehari saja? Mengapa begini serta begitu? ”

Bersama berlalunya hari untuk hari, sang suami berubah fikiran serta berketetapan hati untuk mempertahankan istrinya, dan istrinya itu menjadi istri yang begitu dicintai suaminya dari semua sisinya. Setiap malamnya sang istri menjaga suaminya di tengah-tengah tidurnya serta saling bercerita dengan bebrapa cerita yang disukai suaminya hingga dia tidur. Lalu dia menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumahnya dia juga kembali dengan pelan-pelan ke samping suaminya di tempat tidurnya.

Pada suatu malam saat sang istri ada di samping suaminya, sang suami bertanya kepadanya : “Apakah engkau telah mengikat kuda kita dengan pengancingnya? ” Istri itu mengiyakan, agar hal itu tak mengusik fikiran suaminya. Serta terbetik di dalam benaknya kalau setelah suaminya tidur kelak dia bakal mengurus pekerjaan itu.

Maka setelah suaminya tertidur dia juga pergi ke tempat kuda itu untuk mengikatnya. Akan tetapi kuda itu berlari-lari lihat kedatangannya, sementara bajunya di permainkan angin ke kanan serta ke kiri. Kuda itu bergerak selalu dengan liar hingga menjadikan sang suami terbangun dari tidurnya, lalu dia mencari-cari siapa orang yang telah bikin kudanya melonjak-lonjak.

Ternyata dia mendapati ada satu sosok manusia di depan kuda itu yang duduk di dekatnya. Dia yakin kalau orang itu yaitu pencuri yang berusaha mencuri kudanya. Jadi sang suami mengarahkan pistolnya ke arah yang dia anggap pencuri itu serta dia lepaskan satu tembakkan kepadanya hingga matilah orang itu.

Saat diketahui kalau ternyata orang itu yaitu istrinya, dia sangat sedih serta menyesal. Lalu dia mengurus jenazahnya dengan kedua tangannya sendiri. Dia menangisinya karena sangat bersedih. Apakah mungkin dia akan mendapatkan istri lagi yang seperti dia.
Beberapa lama lalu, dia mulai mencari istri yang lain. Setiap wanita yang dia nikahi, dia tak mendapatkan wanita yang punyai bebrapa sifat seperti istri pertamanya. Jadi dia juga menceraikannya, sampai dia letih serta bosan karena tak menemukan bebrapa sifat istri pertamanya pada wanita-wanita yang lain. Lalu dia melantunkan syair-syair yang tinggi serta panjang untuk menggambarkan istrinya serta menyifati pergaulan serta akhlaknya yang baik. Dia juga menangisi bebrapa saat indah yang dia jalani bersama istri pertamanya yang telah meninggal itu.
~~~~

Sungguh sangat disayangkan ada sebagian suami yang kurang mensyukuri kenikmatan mempunyai istri, di mana dengan kenikmatan itu dia merasakan kebahagian, bisa menyalurkan kebutuhan biologisnya, dengan sebab itu dia mempunyai anak-anak yang ia cintai serta bebrapa kenikmatan yang lainnya. Yang seharusnya ia bersyukur pada Allah.

Allah subhaanahu wata’aala berfirman : 

وَمِن�' آيَاتِهِ أَن�' خَلَقَلَكُم�' مِن�' أَن فُسِكُم�' أَز�'وَاجًا لِتَس�'كُنُواإِلَي�'هَا وَجَعَلَ بَي�'نَكُم�' مَوَدَّةً وَرَح�'مَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَو�'مٍ يَتَفَكَّرُونَ 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari typemu sendiri, agar anda cenderung serta terasa tenteram kepadanya, serta dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih serta sayang. Sesungguhnya pada yang sekian itu benar-benar ada tanda-tanda untuk kaum yang berfikir. ” (Qs. Ar-Ruum : 21)

وَمَا بِكُم�' مِن�' نِع�'مَةٍ فَمِنِ اللهِ 

“dan apa saja nikmat yang ada pada anda, Jadi dari Allah-lah (datangnya). ” (Qs. An-Nahl : 53)

Wahai para suami tidakkah engkau merasa khawatir kenikmatan mempunyai istri yang patuh pada Allah, istri yang menjaga shalatnya, istri yang memakai hijab syar’i, istri yang menyayangimu hilang darimu karena kalian tak bersyukur pada Allah, lantaran kalian tak bemuamalah dengan baik pada istri-istri kalian.
Ada Sebagian sauami yang tidak memperdulikan istrinya, sebagian lagi ada yg tidak menafkahinya, beberapa lagi ada yg tidak memperhatikan kebutuhan biologis istrinya, sebagian lagi ada yang tidak peduli dengan pengajaran agama istrinya, sebagian lagi ada yang melukai istrinya dengan menjalin jalinan atau berfacebook ria dengan seorang akhwat/wanita ajnabiyah (asing/bukan mahram) atau hal-hal yang lainnya.

Wahai para suami kuingatkan engkau dengan firman Allah, di mana Allah subhaanahu wata’aala berfirman :

لَئِن�' شَكَر�'تُم�' لَأَزِيدَنَّكُم�' وَلَئِن�' كَفَر�'تُم�' إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya bila kamu bersyukur, tentu Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika anda mengingkari (nikmat-Ku), jadi sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih. ” (Qs. Ibrahim : 7)

Allah subhaanahu wata’aala berfirman : 

وَإِن�' تَعُدُّوا نِع�'مَةَ اللهِ لاتُح�'صُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim serta sangat mengingkari (nikmat Allah). ” (Qs. Ibrahim : 34)

Wahai para suami bukankah Allah Ta’aala memerintahkan kita untuk bermuamalah pada istri-istri kita dengan baik.

Allah subhaanahu wata’aala berfirman : 

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالمَع�'رُوفِ 

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. ” (Qs. An-Nisa’ : 19)

Ketahuilah di antara bentuk menggaulinya dengan cara yang ma’ruf (baik) adalah :

Berbuat baik pada istri kita dalam ucapan serta perbuatan.
Tak menyakiti hatinya baik dengan celaan, umpatan maupun peremehan.
Menunaikam hak-haknya.
Tak menahan haknya dalam masalah jima’.
Serta yang lainnya.
Begitu juga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk kita bermuamalah dengan baik kepada istri kita. Di mana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

خَي�'رُكُم�' خَي�'رُكُم�' لِأَه�'لِهِ وَأَنَا خَي�'رُكُم�' لِأَه�'لِي 

“Sebaik-baik kalian yaitu yang paling baik terhadap istrinya serta saya yang terbaik di antara kalian pada istri. ” (HR. At- Tirmidzi serta Ibnu Majah)

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada kita, di antaranya nikmat istri.

No comments:

Post a Comment