Sunday, 21 February 2016

Wahai Suami, Luluhkan Hati Anda untuk Turut Bantu Pekerjaan Rumah Istri, dan Ciptakan Indahnya Rumah Tangga..Mohon Bagikan


Siapa yang tidak tahu rancangan ‘suami bekerja dan istri mengurusi tempat tinggal tangga’, hal itu seperti telah jadi hukum tak tercatat yang mengakar di orang-orang. Walau tuturnya R. A Kartini telah sukses memperjuangkan emansipasi wanita, tetapi sebenarnya jati diri seorang wanita masihlah bergelut pada masalah rumah tangga. Ya, mungkin saja beberapa telah memahami makna kesamaan gender yang semestinya, namun apakah semuanya suami ingin menolong istri lakukan pekerjaan rumah tangga?

Umumnya suami seakan-akan malas menolong istri untuk sekurang-kurangnya membersihkan piring setelah makan malam atau mengepel lantai. Mereka begitu gengsi untuk turut dan memperingan pekerjaan istri yang terkait dengan pekerjaan rumah tangga. Hal itu mungkin saja dapat dimaklumi bila sang istri tidak bekerja dan hanya konsentrasi pada keluarga. Namun diakui atau tak, pekerjaan rumah tangga yang terlihat remeh itu nyatanya kuras tenaga yang begitu besar.

Olehkarena itu semestinya beberapa suami ikhlas menolong mengurangi beban sang istri. Sekurang-kurangnya bantulah istri untuk membersihkan piring atau menolong memeras cucian dan menjemurnya ditempat yang disiapkan. Suami dan istri yang keduanya sama bekerja dan repot dengan pekerjaan di luar akan menyebabkan permasalahan yang mungkin saja begitu serius. Umumnya beberapa istrilah yang disalahkan dengan keadaan rumah yang tidak tertangani, lantaran umumnya suami berasumsi bila tempat tinggal yakni masalah wanita dan sudah semestinya istri kerjakan itu semua.
 
 Aisyah Radhiyallahu anha pernah di tanya “Apakah yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam didalam tempat tinggal? ” Aisyah menjawab “Beliau Shallallahu alayhi wa Sallam yakni seorang manusia umum. Beliau menambal baju sendiri, memeras susu dan melayani diri beliau sendiri” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Seorang Rasul yang begitu di cintai Allah juga dengan ketawadhuan dan sikap rendah hatinya turut menolong istrinya dalam pekerjaan rumah tangga dan tak serta merta membebankan semua pekerjaan pada Aisyah.

Bukankah dengan sama-sama bahu membahu membereskan beberapa hal yang terkait dengan pekerjaan rumah tangga dapat mempererat jalinan suami dan istri? Dengan keduanya sama bersihkan segi tempat tinggal kita jadi bisa berkomunikasi lebih baik dengan pasangan. Bila sampai saat ini komunikasi berdua sudah terhalang oleh pekerjaan dikantor, jadi dengan bersihkan rumah berbarengan kita bisa membayar komunikasi yang terhalang sampai kini.

Ajaklah anak-anak. Lakukan pekerjaan bersihkan rumah dengan mengasyikkan. Bukannya sama-sama menyalahkan keduanya. keluarga yang cocok itu bermula dari pasangan yang kreatif buat saat yang menjemukan jadi begitu mengasyikkan. Bagilah pekerjaan untuk tiap-tiap anggota keluarga, hingga beban yang dipikul sang istri tidaklah sangat berat.

Memperkerjakan seorang asisten rumah tangga mungkin saja bisa jadi satu jalan keluar, namun kadang waktu jadi menyebabkan perseteruan yang baru. Apabila memanglah tak betul-betul membutuhkannya, Anda bisa mempekerjaan asisten rumah tangga yang bekerja paruh waktu. Selain bisa menghemat cost, Anda juga tak ribet sediakan ruang untuk asisten rumah tangga.

Diluar itu, pakai tehnologi yang dapat memudahkan pekerjaan rumah tangga. Seperti mesin pencuci, vacuum cleaner dan lain sebagainya. Bila memanglah tak begitu mungkin, bermakna membagi tugaslah jalan keluar terbaik. Ayolah, luluhkan hati Anda untuk seumpamanya mengurangi beban sang istri tercinta...



Sumber : okezonepost. blogspot. co. id

No comments:

Post a Comment