Thursday, 18 February 2016

STOP MINUM SAAT MAKAN,..!! AKTIVITAS INI TIMBULKAN PENCERNAAN, INILAH PENJELASANNYA...

Minum merupakan salah satu kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi oleh makhluk hidup. Namun ada waktu terlarang untuk minum karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah minum sewaktu menyantap makanan. Biasanya ditengah jamuan makan, kita bakal selingin dengan minum air putih. Padahal aktivitas ini dapat menyebabkan gangguan penceraan serta organ badan lainnya.

Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan masalah penceranaa. Profesor Hiromi Shinya MD, ahli enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS mengatakan kalau minum air sebentar sebelum makan, saat makan serta sesaat setelah makan bakal bikin proses penyerapan makanan oleh enzim jadi lebih sulit.

Menurutnya, air membutuhkan saat 30 menit untuk dapat mengalir dari lambung menuju usus. Sehingga bila minum pada tiga saat itu, jadi akan bikin kerja lambung jadi lebih besar. Bagaimana tak, air yang belum sempat menuju usus sudah harus penuh lagi dengan makanan.

Minum selama makan bikin enzim pencernaan serta asam lambung lebih susah untuk melemahkan enzim yang dilepaskan untuk mengolah makanan, hingga mempersulit mereka dalam menghancurkan makanan. Penelitian tunjukkan, minum sedikit air waktu makan tak jadi persoalan, namun minum satu gelas atau dua gelas dapat mengganggu pencernaan.


Penyerapan ini berlanjut hingga cairan pencernaan cukup terkonsentrasi untuk mulai mencerna makanan Anda. Tetapi, karenanya digabung dengan air, zat yang terkonsentrasi saat ini lebih banyak dari pada isi makanan yang masuk di perut Anda. Jadi cairan lambung yang kurang bakal disekresikan untuk mengolah makanan Anda. Akhirnya, makanan yang belum tercerna maju ke dalam system Anda karena diserap lewat dinding perut. Hal ini akan menyebabkan refluks asam serta membakar hati.


Minum air waktu makan dapat juga menyebabkan lonjakan kadar insulin. Lebih banyak insulin dilepaskan ke aliran darah Anda, jadi akan makin tinggi peluang Anda menyimpan lemak dalam tubuh Anda.

Profesor Hiromi Shinya menyarankan agar minum air putih dilakukan 1 jam sebelum saat makan. Ia mengibaratkan seperti tanaman, ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman bakal bikin tanaman jadi busuk serta layu. Sehingga ada periode saat yang sesuai untuk badan minum air.

Ia menyarankan untuk minum pada waktu ideal yaitu 1 hingga 3 gelas waktu bangun tidur saat pagi hari, 2-3 gelas 1 jam sebelum makan siang serta 2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam. Menurutnya yang perlu diperhatikan yaitu minum air setelah bangun tidur karena cairan yg hilang mesti cepat ditukar waktu bangun tidur.

Diakuinya, kebutuhan minum setiap orang tidak sama tapi lakukan untuk minum air 6-8 gelas /hari (1, 5-2 liter) untuk orang dewasa. Bila cuaca begitu panas misalnya jadi orang bakal membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang alami sistem pencernaan lemah bisa alami diare bila minum sangat banyak.

Banyaknya air yang dibutuhkan seorang berbeda-beda tergantung pada ukuran badan orang itu serta apa yang dikira sesuai untuk badannya. Cuma saja tetap cermati bebrapa saat untuk minum yang ideal, diluar kebutuhan minum yang lain.

Bila kebutuhan air tercukupi dengan baik jadi Anda bakal tidak sering terkena sakit. Waktu keperluan air tercukupi, air bakal melembabkan beberapa ruang dalam tubuh yang mudah terserang oleh bakteri serta virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernafasan), mukosa lambung serta usus. Begitu system kekebalan badan jadi aktif sehingga bebrapa ruang itu jadi susah diserang virus atau bakteri.

Sebaliknya bila air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus bakal alami dehidrasi serta mengering, di mana dahak serta lendir diproduksi dalam bronkus. Bila tidak ada air yang cukup jadi dahak serta lendir bakal melekat pada bronkus yang lalu jadi tempat berkembangbiaknya virus serta bakteri.

Air penting untuk tubuh. Bila tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran serta toksin akan terkumpul didalam sel serta tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, toksin yang terakumulasi itu bakal merusak sel-sel gen yang salah satunya dapat menyebabkan berubahnya gen jadi sel kanker.

No comments:

Post a Comment