Wednesday, 17 February 2016

KITA SEBAGAI BANGSA INDONESIA TOLONG DISEBARLUASKAN..!! INILAH RAHASIA KEHEBATAN BAMBU RUNCING, PEJUANG INDONESIA

Masyarakat Indonesia tentu tak asing dengan sejarah bangsa tentang kehebatan bambu runcing. Senjata yang berbahan dasar bambu ini jadi icon utama yang menyertai bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Meskipun sebenarnya pejuang pada zaman dulu mesti bertemu dengan tank-tank besar serta persenjataan lengkap, akan tetapi cuma dengan bambu yang diruncingkan, mereka dapat mengusir penjajah.

Sebatang bambu yang panjangnya berkisar dua mtr. ini jadi senjata massal yang pakai rakyat dalam melawan penjajah. Tetapi benarkah senjata simpel ini memiliki kehebatan sedemikian besar dibanding senjata punya penjajah yang berteknologi tinggi? Ternyata ada rahasia besar dibalik kehebatan bambu runcing para pejuang Indonesia.


Adalah Kiai Subchi yang berperan besar dalam perjuangan bambu runcing bersama rakyat Indonesia. Ia adalah salah satu ulama yang demikian dihormati serta mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Pada th. 1941 sang Kiai mengumpulkan para santri serta pemuda desa untuk lakukan persiapan perang. Tetapi mereka terhalang persenjataan serta akhirnya menetapkan bambu runcing yang saat itu dimaksud dengan cucukan. Senjata ini dinilai mematikan karena tusukannya sulit disembuhkan.

Namun bambu runcing yang dipakai untuk berperang bukanlah senjata umum. Sang Kiai menyepuh Bambu Runcing dengan doa-doa hingga membuatnya tak terkalahkan. Doá itu berbunyi : “Laa Tudrikhuhul Absar Wahuwa Tudhrikuhul Absar Wahuwa Latiful Kabir, ”. Doa ini di baca sbanyak tiga kali membaca sambil menahan nafas. Kepercayaan terhadap doa ini ternyata dapat membangkitkan semangat juang pemuda Indonesia serta bikin bambu runcing jadi senjata yang istimewa.

Kepopuleran bambu runcing terjadi saat pasukan Jepang ingin kuasai Parakan, daerah yang didiami Kiai Subchi. Tetapi pasukan Bambu Runcing Kiai Subchi berhasil menghilangkan mereka serta mengurungkan niat Jepang ke Parakan. Berita keberhasilan pasukan cucukan Kiai Subchi menghalau pasukan Jepang ini jadi buah bibir pasukan yang lain. Sampai pendatang dari luar jawa datang meminta di do’akan oleh Kyai subkhi serta menyepuhkan Bambu Runcing untuk berjaga-jaga melawan penjajah.

Bahkan PT Kereta Api Indonesia memberikan perlakuan khusus pada lokasi ini dengan memberi sarana Kereta Luar Umum untuk transportasi orang-orang menuju Parakan. Bagaimana tak, tamu yang datang begitu luar biasa ramai, bebrapa hingga warga sekitar manfaatkannya dengan jual bambu runcing, buka warung nasi dan buka penginapan.

Ternyata berita tentang Kiai yang mengobarkan semangat berjuang ini terdengar oleh penjajah. Mereka lalu melakukan penyisiran ke Parakan untuk membunuh Kiai Subchi. Mujur sang Kiai telah terlebih dahulu meninggalkan wilayah itu serta bersembunyi di daerah pegunugan. Walau jadi buronan Kiai Subchi bergerilya untuk mengobarkan api semangat berjuang membela tanah air hingga akhir hayatnya.

Dalam hamper semua perjuangan senjata, para kiai serta senjata Bambu Runcing ada serta jadi pengawal perjuangan. Bahkan hingga pejuang Indonesia berperang mempertahankan kemerdekaan, alat ini tetap dipakai. Mudah-mudahan info ini menaikkan patriotisme beberapa pembaca setia pada event 17 Agustus kelak. Terimakasih telah membaca.

sumber : http://www.infoyunik.com/

No comments:

Post a Comment